Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Ketika Mulai Jenuh dengan Terapi Kehamilan
14 Oktober 2012 - dibaca : 4.595 kali

Ketika Mulai Jenuh dengan Terapi Kehamilan

Ada orang yang menunggu satu tahun supaya bisa hamil, tetapi ada pula yang menanti 10 tahun sampai akhirnya berhasil hamil secara natural. Pada saat itu mungkin ia telah berpasrah, dan mencoba menerima keadaan dirinya dengan lapang dada.

Tetapi ketika Anda telah menghabiskan bertahun-tahun untuk menjalani terapi kesuburan, dan tidak juga membuahkan hasil, tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak dari segala rutinitas tersebut. Wajar bila Anda mengalami kejenuhan dan kelelahan, dan ingin menikmati dulu kehidupan Anda tanpa direpotkan urusan terapi. Saat memasuki masa-masa rehat tersebut, coba lakukan tips berikut:

1. Fokus pada sesuatu yang berbeda selama beberapa bulan. Jika Anda mulai lelah dan jenuh dengan semua upaya yang telah Anda lakukan, coba alihkan energi Anda ke sesuatu yang berbeda selama sedikitnya tiga bulan. Biarkan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda beristirahat. Untuk mengalihkan perhatian Anda, ikuti aktivitas-aktivitas baru yang selama ini ingin Anda akrabi namun tak pernah punya waktu untuk mewujudkannya. Apa pun yang menarik minat Anda dan menyenangkan. Lakukan semua kegiatan tersebut tanpa mengingat kembali harapan, kerinduan, atau keinginan untuk hamil.

2. Cari tahu mengapa ada perempuan yang butuh waktu lama untuk hamil. Setiap perempuan tentu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, entah itu obesitas, endometriosis, miom, merokok, atau memiliki pembawaan diri yang memang membuatnya mudah stres, atau mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Maka, setiap perempuan membutuhkan perawatan yang berbeda untuk bisa hamil.

Untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan perawatan medis yang spesifik untuk kehamilan, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan secara langsung. Jangan mengandalkan informasi dari internet, karena tidak sepenuhnya dapat diterapkan untuk Anda. Dengan langsung menemui dokter, Anda akan mendapatkan perawatan yang disesuaikan dengan hasil medical check up yang Anda jalani.

Perlu Anda sadari juga, bahwa beberapa masalah kesuburan memang sulit dideteksi. Dokter bisa saja membuat kesalahan, memiliki persepsi yang berbeda dalam analisis masalah, atau mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang ada mengapa Anda kesulitan hamil. Itu sebabnya Anda perlu mendapatkan second opinion, siapa tahu ada pemeriksaan lain yang belum Anda jalani menyangkut kesehatan reproduksi Anda.

Jangan lupa, kesehatan kita bisa berubah dari hari ke hari, minggu ke minggu, atau bulan ke bulan. Jadi, tes yang sama bisa saja memberikan hasil yang berbeda beberapa bulan kemudian.

3. Sadari bahwa Anda tidak sendiri. Rasanya memang tidak adil, ada orang-orang yang sebenarnya tidak menginginkan anak ternyata bisa begitu mudahnya hamil. Tak sedikit juga berita-berita mengenai bayi yang dibuang oleh orangtuanya, kebanyakan dari keluarga tidak mampu, atau untuk menghindari rasa malu karena hamil di luar nikah.

Namun, Anda bukan satu-satunya orang yang melakukan penantian panjang untuk bisa hamil. Anda memang tidak tahu persis bagaimana perasaan mereka menghadapi hal itu, dan apa saja upaya yang mereka lakukan. Salah satu cara untuk mengisi kekosongan hati Anda adalah dengan berdialog dengan mereka. Berbagilah mengenai cara mengatasi perasaan ini, dan bagaimana belajar berpasrah seperti mereka.

“Jika kita tidak berpikir bahwa kehidupan semua orang sempurna kecuali kita, kita akan jauh lebih bahagia. Kenyataannya, tidak ada orang yang kehidupannya sempurna," papar psikolog Dr Joy Browne.

4. Pikirkan hal yang lebih buruk. Ketika Anda tidak segera hamil, kemungkinan Anda memang harus mengupayakan kehamilan tersebut dalam waktu yang cukup lama. Namun, yang lebih buruk adalah ketika Anda memang tidak pernah bisa hamil sama sekali, dan Anda hidup dalam kegetiran, rasa sakit, kesepian, dan terluka. Perasaan seperti ini tentu akan menguras energi. Anda punya pilihan, antara berhenti memikirkannya dan berusaha bangkit, atau tetap menjalani hidup dengan cara seperti itu.

Bagaimana cara Anda mengatasi rasa kesepian dan depresi, tergantung pada Anda sendiri. Sebagian perempuan memilih melakukan yoga, jalan-jalan dengan keponakan, atau lebih sering bulan madu dengan suami. Yang lain mungkin lebih suka menyibukkan diri dengan kegiatan yang disukai, entah itu menulis blog, atau memelajari ketrampilan baru seperti memasak, memainkan alat musik, atau menguasai suatu jenis olahraga. Siapa tahu, Anda malah jadi memiliki keahlian baru dari situ, dan menjadi bahagia karenanya.


Terpopuler