"/>
Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Pekuburan "Vampir" Ditemukan di Bulgaria
23 September 2012 - dibaca : 6.895 kali

Pekuburan "Vampir" Ditemukan di Bulgaria

Selama kurun beberapa tahun ini, Bulgaria digemparkan dengan penemuan lebih dari 100 makam dengan kondisi mayat sama.

Pekuburan "Vampir" Ditemukan di Bulgaria

Pakar arkeolog Bulgaria menemukan makam pria dengan batang besi yang ditancapkan di bagian dada di wilayah Laut Hitam di kota Sozopol. Pria ini diyakini dikuburkan lebih dari 700 tahun lalu dengan luka tusuk berulang kali di bagian dada dan perut.

Menurut Direktur Museum Nasional Bulgaria Bozhidar Dimitrov, penusukan terhadap pria malang itu dilakukan agar mencegahnya bangkit kembali menjadi makhluk pengisap darah atau vampir. Sebab, di masa pria tersebut hidup, kecurigaan seseorang bangkit dari kematian dan menjadi vampir sangatlah tinggi.

Selama kurun beberapa tahun ini, Bulgaria digemparkan dengan penemuan lebih dari 100 makam dengan kondisi mayat sama  --ditusuk berulang kali. Makam ini ditemukan di penjuru Bulgaria. Namun, untuk wilayah Sozopol, mayat seperti ini baru pertama kali ditemukan.

Dimitrov tidak menyangka penemuan ia dan timnya bisa menjadi berita besar di penjuru Bulgaria. "Mungkin karena misteriusnya kata 'vampir'," kata Dimitrov, Selasa (5/6) "Orang-orang ini diyakini sebagai orang jahat ketika masih hidup. Dan diyakini pula jika mereka akan jadi vampir ketika akhirnya meninggal dunia, terus mengganggu orang."

Mayat pria ini ditemukan di dekat gereja, mengindikasikan bahwa ia dulunya kaum aristokrat. Yang mengherankan, kebanyakan mereka yang dicurigai berasal dari kaum aristokrat dan pemuka agama. Ketika dicurigai sebagai vampir, biasanya ia akan didorong ke lubang kubur menggunakan batang besi besar.

"Herannya, tak ada perempuan di antara (mayat) mereka. Sepertinya mereka tidak takut terhadap penyihir perempuan," kata Dimitrov.

 

Sumber : National Geographic


Terpopuler