Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Penyebab, Gejala & Cara Mengobati Diabetes Insipidus
21 September 2015 - dibaca : 1.670 kali

Penyebab, Gejala & Cara Mengobati Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah. Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak.

Diabetes insipidus, DI adalah suatu penyakit dengan simtoma poliuria dan polidipsia. Jenis DI yang paling sering dijumpai adalah DI sentral, yang disebabkan oleh defisiensi arginina pada hormon AVP. Jenis kedua adalah DI nefrogenis yang disebabkan oleh kurang pekanya ginjal terhadap hormon dengan sifat anti-diuretik, seperti AVP.

Volume carian di dalam tubuh diatur oleh antidiuretic hormone (ADH), suatu hormon yang berperan dalam mengatur cairan di dalam tubuh. ADH dihasilkan oleh hipotalamus di dalam otak dan disimpan pada kelenjar hipofise, yang terletak di bawah hipotalamus, yang akan dilepaskan jika diperlukan. Ketika volume cairan di dalam tubuh di bawah normal, ADH dilepaskan oleh kelenjar hipofise untuk meningkatkan jumlah cairan dengan meningkatkan retensi cairan di dalam ginjal.

Pada DI, ketidakcukupan atau gangguan fungsi dari ADH menyebabkan buruknya retensi cairan di dalam ginjal, menyebabkan produksi berlebihan urin dan kehilangan cairan berlebihan dari tubuh. Terdapat empat tipe utama DI:

  1. DI Kranial (kegagalan ginjal untuk berespon terhadap ADH meskipun jumlah ADH yang ada mencukupi), Diabetes insipidus jenis ini yang paling umum terjadi. Disebabkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.
  2. DI Gestasional (suatu enzim yang dihasilkan oleh plasenta sewaktu kehamilan menghancurkan ADH pada tubuh ibu, menyebabkan ketidakcukupan ADH) dan
  3. DI Dipsogenik (disebabkan karena asupan cairan yang berlebihan, yang menyebabkan penekanan fungsi dari ADH).
  4. DI Nefrogenik/Nefrogenis, Diabetes insipidus jenis ini muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga bisa menyebabkan diabetes insipidus jenis ini.

Penanganan dini diperlukan karena DI dapat menyebabkan dehidrasi berat, yang dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa, seperti syok atau bahkan kematian. DI berbeda dengan diabetes mellitus, karena disebabkan oleh ketidak cukupan atau gangguan fungsi dari hormon, insulin yang berperan dalam mengendalikan kadar glukosa darah di dalam tubuh.

Penyebab

Seperti pada uraian di atas kita dapat merangkum beberapa penyebab penyakit ini diantaranya :

  1. Kurang pekanya ginjal terhadap hormon dengan sifat anti-diuretik
  2. ketidakcukupan atau gangguan fungsi dari antidiuretic hormone (ADH)

 

Gejala

  1. Kehausan
  2. Sering Buang Air Kecil
  3. akibat kurangnya air bisa berakibat tekanan darah / jantung naik
  4. Ketidakseimbangan elektrolit
  5. Penampilan mata yang cekung
  6. Keracunan air akibat asupan cairan yang berlebihan
  7. Kelemahan otot

Cara Mengobati

Pengobatan ini hanya dapat dilakukan di Rumah Sakit dengan berbagai macam pemeriksaan antara lain: Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik. Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik:

  • pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti
  • tekanan darah naik
  • denyut jantung kembali normal.

Apapun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui volume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan vasopresin sintetis, pada Diabetes Insipidus Sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada Diabetes Insipidus Nefrogenik tidak terjadi apa-apa.

 


Terpopuler