Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Perbedaan Siklus Litik dan Siklus Lisogenik pada Reproduksi Virus
07 September 2015 - dibaca : 999 kali

Perbedaan Siklus Litik dan Siklus Lisogenik pada Reproduksi Virus

Siklus Litik

  • Siklus replikasi virus dimana sel inang akan mengalami lisis (mati) pada akhir siklusnya.
  • Memiliki 5 tahapan, yaitu : adsorbsi->injeksi-> sintesis-> perakitan->litik.
  • Pada daur litik tidak terdapat fase penggabungan dan pembelahan.
  • Bersifat Non virulen.
  • Waktu relatif singkat.
  • Daur litik tidak dapat berubah ke daur lisogenik karena sel inang nya rusak/ mengalami lisis dan mati.
  • Reproduksi terjadi secara bebas, tidak terikat pada kromosom inang.
  • Pada proses akhir, sel inang mengalami lisis dan mati.
  • DNA virus menghancurkan DNA sel, mengambil alih fungsi sel dan menghancurkan sel.
  • Virus bereplikasi dan menghasilkan keturunan bakteriofage.
  • Infeksi virus berlangsung menghasilkan virus ganas (virulent).
  • Ada gejala infeksi virus.

 

Siklus Lisogenik

  • Siklus replikasi virus dimana sel inang tidak mengalami kematian pada akhir siklus, karena mempunyai virulensi.
  • Memiliki 7 tahapan, yaitu : adsorbsi->injeksi-> penggabungan ->pembelahan->sintesis->perakitan->litik.
  • Pada daur lisogenik terdapat fase penggabungan dan pembelahan.
  • Bersifat Virulen.
  • Waktu relatif lama.
  • Daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik jika virulensi bakteri hilang.
  • Reproduksi terikat pada kromosom inang.
  • Pada proses akhir, bakteriofag masih dapat menjalankan aktivitas biasa seperti membelah.
  • DNA virus menyatu dengan DNA sel dan tidak merusak sel.
  • Virus ini tidak menghasilkan keturunan.
  • Replikasi berlangsung menghasilkan virus sedang.
  • Tidak ada gejala infeksi virus.


Terpopuler