Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Manfaat/Fungsi, Kekurangan dan Kelebihan Vitamin C
26 Mei 2013 - dibaca : 23.197 kali

Manfaat/Fungsi, Kekurangan dan Kelebihan Vitamin C

Mengenal manfaat dan fungsi vitamin C bagi tubuh kita - Vitamin C atau dikenal dengan asam askorbat ini mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan kolagen yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu penyerapan zat besi.

Beberapa studi dan penelitian mengungkapkan fungsi vitamin C dalam menurunkan kadar kolesterol dan memproduksi bahan kimia tertentu pada otak. Selain itu, tingginya kandungan antioksidan pada vitamin C juga dapat menangkal radikal bebas yang merusak sel-sel dalam tubuh.

Manfaat vitamin C untuk kulit dan perawatan wajah antara lain sebagai berikut:

  • Mencerahkan kulit, membuat kulit sehat dan bercahaya
  • Memperbaiki kondisi kulit yang kusam dan pucat
  • Melindungi kulit dari radikal bebas
  • Menekan proses pigmentasi akibat pengaruh UV B
  • Meningkatkan sintetis collagen
  • Sebagai antioksidan
  • Memproduksi collagen
  • Mengurangi garis halus dan kerutan pada kulit

 

Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh


Dari sekian banyak manfaat yang telah dijabarkan, ternyata masih banyak lagi manfaat dari vitamin C yang belum terungkap, seperti dikutip Besthealthmag berikut ini:

1. Mencegah stroke

Ada banyak bukti bahwa diet tinggi antioksidan yang kaya buah dan sayuran membantu menangkal penyakit kardiovaskular. Namun beberapa studi penting menunjukkan bahwa mereka dengan tingkat tertinggi vitamin C dalam tubuh mereka berada pada risiko terendah untuk menderita stroke (terutama pada wanita).

Baca juga: Gejala Penyakit Stroke dan Penyebabnya

2. Melawan kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa wanita yang mengasup banyak vitamin C dari makanan seperti buah-buahan atau sayur (bukan suplemen), memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara. Bahkan beberapa riset mengindikasikan vitamin C sebagai racun bagi sel-sel kanker tertentu.

3. Meningkatkan mood

Sejak dulu sudah diketahui bahwa kekurangan vitamin C dapat menyebabkan perubahan psikologis. Belum lama ini, peneliti dari McGill University menunjukkan bahwa pemberian suplemen vitamin C (500 mg dua kali sehari) bagi pasien rawat inap yang kekurangan vitamin C, secara signifikan membantu meningkatkan suasana hati mereka.

4. Mengobati infeksi vagina (BV)

Infeksi vagina merupakan penyebab paling umum dari keputihan dan biasanya menimbulkan bau tidak sedap, yang memengaruhi hingga 30 persen wanita hamil dan sepersepuluh wanita yang tidak hamil. Dua studi terbaru menunjukkan bahwa pemberian vitamin C tablet untuk vagina (250 mg selama enam hari) dapat mengobati bacterial vaginosis (BV) dengan cara menurunkan pH vagina dan mengembalikan ke kondisi semula.

5. Memperbaiki kulit

Vitamin C adalah antioksidan yang paling banyak dibutuhkan kulit, di mana ia membantu menetralkan radikal bebas yang menumpuk akibat paparan sinar matahari dan usia. "Pemberian vitamin C yang dikombinasi dengan bahan lain, memperbaiki beberapa tanda-tanda penuaan termasuk garis-garis halus, pigmentasi tidak merata, warna kulit dan tekstur," kata Dr Mariusz Sapijaszko, direktur medis dari Youthful Image Cosmetic Surgery Clinic dan seorang profesor dermatologi di University of Alberta.

Dosis Harian Vitamin C


Angka asupan vitamin C yang direkomendasikan sebenarnya masih menjadi perdebatan dan bervariasi pada setiap negara. Badan Kesehatan Dunia (WHO) misalnya menetapkan hanya 45 mg sehari, Food Standard Agency di Inggris sebesar 40 mg per hari, dan National Academy of Sciences di Amerika Serikat antara 60 - 95 mg per hari. Di AS, jumlah asupan maksimal yang masih dapat ditoleransi adalah 2.000 milligram per hari.

Sumber Vitamin C


Sumber terbaik vitamin C berasal dari buah segar, sayuran dan jus. Setengah cangkir (125 ml) jus jeruk mengandung sekitar 50 mg vitamin C. Selain jeruk, Anda bisa mendapatkan sumber vitamin C lainnya dari kiwi, stroberi, paprika, dan sayuran brassica seperti brokoli dan kubis.

Vitamin C adalah nutrisi yang sangat penting bagi tubuh karena fungsinya yang sangat besar bagi kesehatan. Fungsi vitamin C antara lain meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah flu. Kekurangan vitamin C dalam tubuh dapat mengakibatkan beberapa penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

Penyakit yang paling umum terjadi akibat kekurangan vitamin C adalah penyakit kudis yang terjadi karena tubuh kekurangan kolagen sebagai akibat rendahnya kadar vitamin C. Sariawan, gusi berdarah dan kulit kering juga merupakan indikasi tubuh kekurangan vitamin C.

Para peneliti juga telah mempelajari kaitan antara defisiensi vitamin C dengan masalah neurologis. Masalah neurologis, fisiologis dan psikologis yang ekstrim akibat kekurangan vitamin C tersebut berangsur-angsur membaik setelah kebutuhan vitamin C terpenuhi dengan meningkatkan asupannya. Obat yang paling sederhana adalah dengan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, lemon, limau, kubis, kembang kol, asparagus, brokoli dan lainnya.

Gejala Kekurangan Vitamin C


Selain beberapa hal di atas, tubuh yang kekurangan vitamin C juga dapat ditandai oleh gejala seperti berikut ini:

1. Kekurangan energi yang kronis, kelemahan dan depresi
Kekurangan vitamin C bahkan juga dapat mempengaruhi kekuatan tulang. Tingkat vitamin C yang rendah juga dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastis.

2. Pendarahan gusi, gigi tanggal, atau gingivitis
Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan kolagen yang diperlukan untuk membangun dan memelihara jaringan gigi dan gusi. Vitamin C sangat diperlukan oleh tubuh untuk mensintesis kolagen.

3. Perubahan suasana hati
Orang yang kekurangan vitamin C, moodnya mudah sekali berubah-ubah, gampang emosi, dan mudah marah.

4. Kulit memar
Kulit yang mudah memar dan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih, bisa menjadi indikasi kekurangan vitamin C. Lambatnya penyembuhan luka ringan secara alami oleh tubuh juga menunjukkan bahwa kadar vitamin C dalam tubuh kurang memadai.

5. Nyeri sendi
Nyeri sendi atau tungkai yang kronis merupakan tanda-tanda kain yang mengindikasikan bahwa tubuh kekurangan vitamin C. Kadang-kadang penyakit kudis yang parah juga dapat menyebabkan pendarahan di dalam sendi dan menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan.

6. Anemia
Anemia adalah tanda lain dari kemungkinan kekurangan vitamin C. Orang yang kekurangan vitamin C juga gampang jatuh sakit karena sistem kekebalan tubuhnya melemah.

Vitamin C merupakan vitamin yang mudah larut dalam air, karena itu vitamin ini mudah hilang melalui air seni dan keringat. Karena itu vitamin C harus diganti setiap hari. Fungsi vitamin C dalam tubuh adalah untuk pertumbuhan, pemulihan kondisi tubuh, serta menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini.

Selain itu, vitamin C juga merupakan nutrisi penting sebagai antioksidan, membantu perbaikan jaringan tubuh, penyerapan zat besi, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu dengan penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan tulang serta tugas-tugas penting lainnya.

Kebutuhan vitamin C harian yang direkomendasikan adalah sekitar 75 mg untuk wanita yang tidak merokok dan 90 mg untuk pria yang tidak merokok. Sementara untuk perokok, kebutuhan vitamin C harian mencapai 110mg, baik pria maupun wanita.

Vitamin C merupakan jenis vitamin yang paling aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Namun begitu tetap ada batas toleransi harian, yaitu 2000 mg per hari untuk orang dewasa.

Meskipun konsumsi vitamin sehari-hari cukup aman, namun pada orang tertentu ada beberapa gejala seperti rasa tidak nyaman di perut, mual, muntah, diare, dan lebih sering buang air kecil ketika mengambil vitamin C sebanyak 500 mg sampai 1.000 mg atau lebih sehari.

Gejala Kelebihan Vitamin C

Bagi beberapa orang yang lebih sensitif, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius, antara lain:

1. Penyakit batu ginjal
Selain peningkatan risiko batu ginjal yang dijelaskan dalam studi di atas, overdosis vitamin C juga meningkatkan risiko masalah ginjal yang lain. Konsumsi suplemen vitamin C tingkat tinggi dapat meningkatkan kadar oksalat dalam urin dan menghasilkan batu ginjal kalsium oksalat, jenis yang paling umum dari batu ginjal.

Oksalat ditemukan secara alami dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan coklat, dan juga diproduksi oleh hati.

2. Gejala Alergi
Siapapun yang memiliki alergi jagung harus memeriksa apakah suplemen vitamin C yang dikonsumsinya, karena beberapa suplemen vitamin C terbuat dari jagung.

3. Penyakit jantung pada wanita
Suplemen vitamin C mungkin berbahaya bagi beberapa wanita, terutama wanita postmenopause yang menderita diabetes. Sebuah studi terhadap lebih dari 1.900 wanita pascamenopause dengan diabetes menemukan bahwa wanita yang memiliki asupan vitamin C tertinggi (lebih dari 300 mg per hari) dari suplemen (bukan dari makanan) memiliki peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.

4. Darah encer
Dosis tinggi vitamin C dapat mengencerkan darah karena memiliki sifat antikoagulan seperti warfarin. Siapapun yang telah diresepkan untuk mengambil obat pengencer darah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil suplemen vitamin C.

5. Penyakit Diabetes
Mengambil dosis tinggi vitamin C dapat berdampak pada kadar glukosa darah pada pasien diabetes dan dengan demikian mempengaruhi kebutuhannya untuk obat antidiabetes. Jika Anda memiliki diabetes, Anda harus berbicara dengan dokter sebelum mengambil suplemen vitamin C.

6. Gangguan kesehatan lainnya
Siapapun yang memiliki kondisi medis yang terkait dengan pemuatan asam, seperti asam urat, sirosis, hemoglobinuria nokturnal paroksismal, atau asidosis tubulus ginjal harus berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengambil dosis tinggi vitamin C.

Nah, itu dia beberapa gejala dan penyakit yang timbul akibat kelebihan konsumsi vitamin C. Jadi, penuhi kebutuhan vitamin C harian namun jangan berlebihan.


Terpopuler