Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Tetap Langsing Setelah Melahirkan
14 Oktober 2012 - dibaca : 9.004 kali

Tetap Langsing Setelah Melahirkan

Selebriti yang baru melahirkan memang seringkali bikin iri. Bagaimana tidak? Baru melahirkan beberapa minggu sudah tampil ke publik  tubuh langsing. Tak heran calon ibu baru begitu bingung, mungkinkan hal tersebut? Nah, berikut yang sebenarnya terjadi pada tubuh perempuan setelah melahirkan.

Setelah melahirkan bobot langsung turun 5 kg
Benar. Kurangi saja bobot Anda dengan berat badan bayi yang dilahirkan. Misalnya 3 atau 4 kilogram bobot bayi ditambah dengan kurang lebih 1 kilogram cairan darah dan ketuban. "Pada minggu pertama, Anda mungkin akan kehilangan 1 sampai 3 kilogram. Tapi akan membutuhkan waktu lebih untuk mengembalikan berat badan Anda seperti sediakala,”kata Lisa Druxman, seorang pelatih kebugaran berbasis di San Diego dan penulis buku Lean Mommy.

Rambut rontok
Benar. Sampai dengan 50 persen perempuan akan mengalami kerontokan rambut pasca melahirkan. "Ini disebut telogen effluvium dan itu terjadi antara 1 sampai 6 bulan setelah melahirkan," kata Dr. Francesca Fusco, asisten profesor dermatologi klinis di Mount Sinai School of Medicine, New York , AS. Selama kehamilan ada dorongan hormon yang memperlambat proses rambut rontok. Setelah melahirkan rambut kembali ke siklus normal. Untuk menjaga kesehatan rambut dan mengurangi rambut rontok, Dr. Fusco menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein, zinc, zat besi, flavenoids, antioksidan, dan silika. Semua nutrisi tersebut bermanfaat bagi kesehatan kulit kepala dan rambut.

Anda Perlu Makan Lebih Jika menyusui
Salah. Kalori untuk air susu Anda sebagian besar berasal dari cadangan tubuh Anda. (Pikirkan lemak yang menumpuk di sekitar area pinggul selama kehamilan). Anda harus memasang target mengurangi berat badan setengah hingga satu kilogram setiap minggu untuk mengembalikan berat badan seperti sebelum kehamilan. Jika Anda kehilangan lebih dari satu kilogram per minggu, Anda mungkin perlu menambahkan makanan ekstra. "Yang paling penting, fokus pada pola makan lengkap, karena vitamin dan mineral dari makanan yang Anda makan akan dipompa ke dalam ASI Anda," kata Melinda Johnson, MS, RD, seorang dosen di Arizona State University. "Makanlah teratur dengan banyak buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. jangan lupa tanyakan pada dokter Anda tentang perlu atau tidak melanjutkan vitamin saat masa hamil saat Anda sedang menyusui."

Halo, jerawat!
Benar. Selama kehamilan, ada peningkatan hingga 50 persen dalam sirkulasi darah. Meningkatnya aliran darah di banyak tempat, terutama di wajah membuat pembuluh darah menjadi lebih membesar untuk mengakomodasi volume ekstra. Jika kulit Anda berjerawat setelah berhenti menyusui, mulai gunakan produk kecantikan yang mengandung retinoid atau retinol OTC, saran Fusco. "Ini akan mempercepat pergantian sel dan membuat kulit lebih bercahaya." Bagi mereka dengan jerawat yang berat, berbicara dengan dokter Anda tentang produk yang mengombinasikan resep antibiotik dan retinoid.

Menyusui menurunkan berat badan
Benar. Bayi yang diberikan ASI eksklusif membutuhkan sekitar 500 sampai 800 kalori per hari untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sehat . Nah, coba tebak dari mana kalori tersebut diambil? Tentu saja dari sang ibu. "Memberikan ASI pada bayi berarti Anda menghilangkan kalori Anda sendiri hanya dengan memberi makan anak," kata Johnson. Jangan berkecil hati jika berat tidak turun cepat. Semakin lama Anda menyusui, semakin bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

Harus tunggu beberapa sebelum berolahraga lagi
Salah. Ada beberapa latihan, seperti senam kegel yang dapat Anda lakukan segera setelah melahirkan. Namun, memang benar bahwa Anda harus memulai latihan lengkap dengan sangat bertahap.

"Stretch marks" tinggal selamanya
Salah. 90 persen perempuan akan mengalami stretch mark selama kehamilan, kata Dr. Fusco. "Stretch mark adalah hasil dari kenaikan berat badan yang cepat, ketika tubuh mengembang lebih cepat daripada kulit ." Selain itu, peningkatan hormon yang disebut glukokortikoid selama kehamilan memperlambat pembentukan serat kolagen dan elastin di lapisan kulit dermal. Kuncinya adalah untuk memulai perawatan awal ketika stretch mark masih baru.

Inilah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi stretch mark:
• Minum banyak air untuk meningkatkan elastisitas kulit.
• Hindari permen, dan makanan ringan asin yang dapat menyebabkan penambahan berat badan ekstra dan kembung.
• Asup makanan tinggi vitamin C yang merupakan nutrisi penting dalam produksi kolagen.
• Oleskan losion khusus stretch mark secara rutin.


Terpopuler